Lampung Barat, Oktober 2025 — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMD) Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon (APBP) Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pendampingan terhadap pengelolaan keuangan pekon agar berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dalam kegiatan MONEV kali ini, tim dari Dinas PMD Lampung Barat turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan fisik di Pemangku Air Abang, salah satu wilayah di Pekon yang menjadi titik pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik yang dibiayai dari dana APBP.
Tim MONEV meninjau langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan, termasuk infrastruktur dasar yang bertujuan meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam peninjauan tersebut, tim mengecek kesesuaian antara rencana kegiatan yang tertuang dalam dokumen perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan.
“Kegiatan monitoring ini penting untuk memastikan penggunaan anggaran pekon dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Kami ingin melihat langsung sejauh mana pelaksanaan kegiatan fisik berjalan di lapangan,” ujar salah satu perwakilan dari Dinas PMD Lampung Barat.
Hasil dari peninjauan fisik di Pemangku Air Abang menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan telah berjalan dengan baik. Beberapa catatan teknis yang ditemukan di lapangan juga langsung disampaikan kepada aparatur pekon untuk segera ditindaklanjuti.
Dinas PMD berharap kegiatan MONEV ini dapat menjadi momentum perbaikan dan peningkatan kinerja aparatur pekon dalam mengelola keuangan desa secara efektif dan efisien. Selain itu, keterlibatan langsung masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengawasan juga diharapkan terus ditingkatkan.
Kegiatan MONEV APBP Tahun 2025 ini akan terus berlanjut ke pekon-pekon lain di Kabupaten Lampung Barat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik, bersih, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.